Home Daerah Pemkab Mukomuko Buka Donasi untuk Korban Banjir Sumbar, Sumut dan Aceh

Pemkab Mukomuko Buka Donasi untuk Korban Banjir Sumbar, Sumut dan Aceh

168
0
SHARE
Pemkab Mukomuko Buka Donasi untuk Korban Banjir Sumbar, Sumut dan Aceh

Keterangan Gambar : Pemkab Mukomuko Buka Donasi untuk Korban Banjir Sumbar, Sumut dan Aceh

Mukomuko – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko mengambil langkah cepat untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana banjir yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), serta Provinsi Aceh. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemkab Mukomuko secara resmi membuka program open donasi kemanusiaan yang telah berlangsung sejak tiga hari terakhir. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian nyata Mukomuko terhadap sesama masyarakat satu pulau yang sedang mengalami musibah besar.

Seperti diketahui, banjir di sejumlah daerah pada tiga provinsi tersebut menyebabkan kerusakan parah. Ribuan rumah terendam, fasilitas umum rusak berat, aktivitas masyarakat lumpuh, hingga sebagian besar warga harus mengungsi ke tempat aman. Situasi ini menuntut solidaritas bersama untuk membantu mereka bangkit dari kondisi sulit. Pemkab Mukomuko berharap masyarakat setempat ikut ambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

“Tentunya kita harus berkontribusi kepada saudara-saudara kita yang terkena banjir. Maka dari itu open donasi resmi Pemkab Mukomuko ini sudah dibuka sejak 3 hari yang lalu,” kata Doris selaku Koordinator Mukomuko Peduli Banjir, Jumat (5/12).

Doris menegaskan bahwa kegiatan penggalangan donasi tersebut terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya bantuan berupa uang, namun donasi dalam bentuk barang juga sangat diterima untuk kemudian disalurkan ke tiga provinsi terdampak banjir. Namun jika bantuan berbentuk barang, harus diantarkan langsung ke Kantor Disdikbud Mukomuko agar dapat dilakukan pendataan serta pengelompokan sesuai kebutuhan lapangan.

“Tidak hanya uang, barang juga kita terima, namun harus diantarkan langsung ke kantor,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mempermudah masyarakat berdonasi dalam bentuk uang, pemerintah telah menyiapkan rekening resmi. Bantuan bisa dikirimkan ke Bank BRI Nomor Rekening 110101012638535 atas nama Bantuan Bencana Alam Dinas Dikbud Mukomuko. Doris memastikan setiap rupiah yang masuk akan dikelola dengan penuh tanggung jawab dan transparan sebelum disalurkan langsung ke wilayah terdampak.

Sejak pertama dibuka, antusias masyarakat cukup tinggi. Berdasarkan update terakhir pada 5 Desember 2025 pukul 14.00 WIB, jumlah donasi yang telah terkumpul mencapai Rp 38.877.000. Jumlah tersebut diyakini masih akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya program open donasi.

“Sudah 38 juta lebih terkumpul, open donasi ini akan kita buka sampai tanggal 10 Desember 2025. Sebelum nantinya diserahkan bersama-sama ke daerah terdampak banjir di tiga provinsi,” terang Doris.

Pemkab Mukomuko dan relawan berharap semua pihak dapat memanfaatkan sisa waktu penggalangan donasi ini untuk terus berbagi dan menunjukkan kepedulian. Mereka menilai bahwa semakin banyak bantuan terkumpul, semakin besar pula manfaat yang bisa diberikan kepada warga korban banjir. Tidak hanya dari perorangan, ajakan ini juga ditujukan kepada berbagai komunitas, pelaku usaha, lembaga pendidikan, organisasi sosial serta seluruh jajaran pemerintah daerah.

Doris mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan solidaritas dan empati, karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa memandang wilayah. Saat ini, masyarakat tiga provinsi tersebut benar-benar membutuhkan dukungan moral maupun materi untuk bertahan dan melanjutkan kehidupan setelah banjir.

“Silahkan sisihkan sedikit rezeki Anda untuk saudara kita di tiga provinsi. Kita berharap segala bantuan ini dapat membantu meringankan beban mereka yang sedang berjuang akibat dampak banjir,” tutupnya.

Dengan dibukanya open donasi resmi ini, Pemkab Mukomuko menunjukkan komitmen kuat dalam gerakan kemanusiaan berbasis kolaborasi masyarakat. Selain sebagai bentuk kepedulian, upaya ini juga menjadi wujud persatuan antarwilayah di Pulau Sumatera. Bantuan yang terkumpul nanti diharapkan dapat segera disalurkan dan memberikan dampak nyata, sehingga para korban banjir dapat segera bangkit dan pulih. (Cik)